Sabtu, 21 Juli 2007

PlayBoy Insaf

Posted by omrudy in

Siang itu…saat bel istirahat berbunyi, Rudi duduk di depan kelasnya sambil melamun. Tidak biasanya cowok manis yang banyak digandrungi cewek-cewek di sekolah itu duduk dan diam saja. Ternyata dia sedang memikirkan Alya…cewek berjilbab yang punya wajah sangat manis dan mampu membuat Rudi terpesona.
Sementara saat itu juga Andi dan Fasya sahabat Rudi, mengendap-endap dari belakang untuk mengagetkan Rudi. Mereka mengetahui kalau sahabatnya yang terkenal PlayBoy itu sedang naksir cewek berjilbab. Mereka terus meledek dan menertawakan Rudi, disaat Rudi bercerita tentang Alya yang sedang diincernya.
“Elo ngincer cewek berjilbab?” Tanya Andi dengan mata melotot yang dapat diartikan sebuah ejekan atau ledekan. Rudi tidak menanggapi teman-temannya yang komentar macam-macam, pokoknya no commen, dan biar saja anjing menggonggong, kafilah berlalu. Toh Rudi tetep akan pada tujuannya, menaklukkan Alya cewek berjilbab aktifis rohis. Rudi penasaran banget, apa susahnya macarin cewek berjilbab? sementara teman-teman di sekolah sudah mengenal Rudi sebagai Playboy yang sering berganti-ganti cewek. Cewek manapun, Rudi bisa mendapatkannya.
“Udahlah…bung, jangan nyari pacar berjilbab, nyari yang biasa-biasa aja, yang gagak pakai syarat yang macem-macem, ”kata fasya membuat Rudi keki. Sifa playBoynya langsung tertantang” Udah deh, kalian jangan ngeledek gue terus,.. kasih gue waktu untuk ngebuktiin, kalau gue bisa jadian ama Alya,”kata Rudi mulai panas. “kalau pun bisa …, pasti cuma pacaran sehari doang, ”Kata Andi,”Setelah sehari elo bakalan ngabur, nggak betah ma segala tuntunan si Cewek berjilbab, ”sambung Fasya lalu ngakak.
Keesokan harinya, Rudi nekat menemui Alya di kantin, disamping memang Rudi anaknya nekad, dia juga ingin membuktikan pada dua temennya sekaligus sobatnya yang selalu meremehkannya itu, ”Aku harus bisa mendapetin Alya! semangat Rudi membara.
Tanpa diduga, saat Rudi mendekati Alya….sambutan Alya pada Rudi begitu baik dan ramah betapa senangnya Rudi. Semakin percaya diri saja dia. Ia kemudian ngobrol banyak sama Alya di kantin. Alya terlihat ramah dan supel. Alya sebenarnya sudah tau siapa Rudi, Cowok PlayBoy yang suka gonta-ganti Cewek di sekolah itu. dan Alya juga sudah mendengar, kalau Rudi sedang naksir dirinya. Maka begitu Rudi mendengarnya, Alya menyambutnya dengan ramah.
Dua hari kemudian sekolah gempar….. khususnya anak–anak Rohis. Mendengar kabar yang menyebutnya Alya, si anak Rohis yang selama ini dikenal dingin sama Cowok, tiba-tiba pacaran sama Rudi si PlayBoy yang suka gonta-ganti cewek.
Termasuk Nia temen akrab Alya, juga kaget mendengar berita itu. Ia mendatangi rumah Alya, karena ia ingin bicara empat mata saja dengan sahabat dan temen sebangkunya itu. ”Pake Assalamualaikum kek…….,” sembur Alya, begitu melihat Nia yang nongol slonongboy masuk kerumahnya ”Lupa…” Sahut Nia asal”Lupa kok di pelihara”. “Udahlah ngak penting kalee” Kata Nia dan langsung narik tangan Alya, sampai alya nyaris terpelanting, saking kerasnya tarikan tangan Nia. tarikan tangan Nia sangat kuat, melebihi kekuatan tangan tukang aduk semen.
“Massyaallah Nia, pelan-pelan ngapa?” Rengut Alya sambil menarik tangannya yang masih terasa sakit. Nia nyengir dan langsung minta maaf, sebelum dapat ceramah panjang dari Alya. “Eh …. tadi kamu bilang, salam nggak penting?”tanya Alya inget kata-kata Nia tadi. Mereka duduk diteras depan rumah Alya.
“ Iya-iya penting.” Sorry deh lain kali aku ngucapin salam, kalo datang lagi.“Kalo setiap kali lupa, itu namanya disengaja,” celoteh Alya. “Iya deh, maaf…maaf …maaf. “ Akhirnya Nia ngalah.” Soalnya aku udah penasaran banget, pengen dengar kabar dari kamu langsung, tentang kabar itu… Aku sih berharap ini kabar bohong.”“Siapa bilang, ini kabar bohong? kabar bener kok,” kata Alya membuat jidat Nia berkerut heran.” Aku memang sudah jadian kok sama Rudi. “Alya, sumpe loe?”cecer Nia memperhatikan keseriusan muka Alya. Alya mengangguk meyakinkan Nia,tapi Nia juga tidak yakin atas pengakuan Alya itu benar,”Aku masih belum ngerti cara pikir kamu Ya… Selama ini tulisan-tulisan kamu di Rohis, sangat mengecam tentang hubungan lawan jenis sebelum menikah. Kamu bilang pacaran itu Zina, apapun alasannya Tapi sekarang kamu sendiri melakukan itu,”Bantah Nia” Tapi pacaran ini lain Nia…..,”Sangkal Alya.
“Lain bagaimana? yang namanya pacaran, sama saja bermain dengan perasaan,” Kata Nia dengn mata membulat,” Kamu liat saja nanti” Kata Alya tersenyum. Tapi Nia sama sekali tidak tahu jalan pikiran Alya. apa maksud pacaran dengan gaya lain? apakah ada pacaran dengan model lain, selain pacaran seperti yang selama ini ada. Gandengn tangan, sayang-sayangan, cemburu, sakit hati, bahkan ada cium peluk segala, Masyaallah… Semoga saja yang dimaksud pacaran oleh Alya bukan yang seperti itu.
Di Sekolah....................“Malam minggu nih,” kata Rudi ketika duduk dikantin, tiga hari kemudian setelah jadian sama Alya. Alya tersenyum disamping Nia dan Rahma. “Memangnya kalau malam minggu kenapa?” Tanya Alya sembari mengunyah tahu nonformalin. Rudi tidak langsung menjawab, ia melirik kearah Nia dan Rahma?? Aduh kenapa sih selalu ada di anak itu,” batin Rudi ingin rasanya ia mengajak duduk berduaan, tetapi banyak saja alasan Alya, kalau di ajak. Kemari diajak duduk berdua ditaman belakang Sekolah juga nggak mau, katanya dibelakang banyak setannya. Padahalkan taman belakang Sekolah itu tempat anak-anak pacaran.
“Ih kamu ini gimana sih Ya, malam minggu ya waktunya buat jalan kata Rahma. Orang pacarankan, pasti selalu ngarepin malam minggu, begitu kan Rik?” Rudi mengangguk membenarkan ,” Oh … jadi orang pacaran itu kalau malam minggu itu jalan ya? ”Tanya Alya dengan wajah blo’on, padaha tanpa dikasih taupun Ia sudah paham, bagaimana orang pacaran itu. “Iya Ya’,maksud Rudi, mungkin Ia mengajak kamu jalan, begitukan Rik?”tanya Nia ikut-ikutan bertanya sama Rudi, Rudi dengan sikap mengangguk.
Ia bangga sama Nia yang bisa membaca situasi dan kondisi. Sayangnya mereka nggak tanggap terhadap lingkungan. Seharusnya mereka pada pergi. Kemana kek, biar gue berdua sama Alya, batin Rudi sangatlah kecewa.“Gimana Ya’, nanti malam mau jalan?” Tanya Rudi menatap wajahnya didepannya, tapi Alya langsung berkeliat dari pandangan Rudi. “Memangnya mau jalan kemana?” Tanya Alya. “Ke Mall”, Jawab Rudi. “Gimana kalian mau nggak?” Tanya Alya menatap Nia dan Rahma bergantian. Dan Rudi langsung tercengang, kenapa harus mengajak mereka? “Apa nggak ngeganggu?” Rahma nyindir, mengarahkan pandangannya ke arah Rudi. Rudi hanya tersenyum kecil. Ia nggak perlu menjawab pasti Rahma sudah tau, dia bukan anak kecil lagi, sudah kelas dua SMU. Sudah tau, bagaiman orang pacaran.
“Kok ganggu? ya enggak lah… Kita kan jalannya pasti ke Toko buku. Kebetulan ada buku yang mau aku beli,”Kata Alya ”Gimana kalian mau kan?”. Nia dan Rahma nengangguk ragu. Sementara Rudi hanya menghela nafas panjang. Ternyata memacari Alya tidak segampang membalik telapak tangan. selama ini sudah banyak Cewek yang Ia pacari, tapi Alya anaknya aneh, lain dari yang lain. Rudi juga heran sama Alya. Di Sekolah ini hampir semua Cewek Jomblo pada ngejar-ngejar cinta Rudi. Bahkan bukan hanya Cewek-Cewek Jomblo saja, yang udah punya pacar juga, suka kegatelan ngegodain Rudi. tapi Alya nggak tergoda sama sekali. Dia malah cuek itulah yang kemudian membuat Rudi penasaran. Apalagi dua sahabatnya Andy dan Fasya manas-manasin, katanya Rudi nggak mungkin bisa macarin Cewek berjilbab.
Setengah bulan berlalu hubungan Alya dan Rudi semakin dekat saja. Tapi anehnya, walaupun mereka pacaran tidak pernah yang namanya jalan atau duduk berduaan. Apalagi sampai pergi nonton berdua, seperti layaknya orang pacaran. Rudi mulai ragu, apakah ia harus memutuskan hubungan itu, yang baru seumur jagung, atau terus jalan, tapi dengan kenyataan, tidak seperti selama ini dia inginkan.
Malam itu……..”Sayang, kamu lagi ngapain?” tanya Rudi dari seberang, begitu Alya mengangkat telfon.“ Kok nggak pake salam sih?” Jawab Alya.“Oh ia lupa” Kata Rudi“Ya, udah sekarang tutup dulu telfonnya, coba kamu ulangi lagi,”“Kok gitu?” Sahut Rudi “cepetan,” Sahut Alya. klik! Telfon ditutup. Satu menit kemudian gagang telfon kembali berdering.“Assalamualaikum…,”“Waalaikumsalam…, nah begitu dong kalau telfon, kan enak didengarnya” Kata Alya. “Memang ada apa Rik, malam-malam telfon?”“Akh enggak, iseng aja” Jawab Rudi dengn entengnya.“Iseng? sekarang kan jam7 malam. Apa disitu nggak denger adzan?”“Denger” Kata Rudi dengan santainya.“Trus, kenapa nggak pergi ke Masjid?” “Hm…anu,” Rudi bingung nggak bisa menjawab. “Pergi ke Mesjid? ngapain?” Jawab Rudi bingung.“Ya, Sholat lah…!!!” Jawab Alya dengn nada agak membentak.“Sholat? oh ya….ya….ya…., tapi…..” Suara Rudi terputus.“Yaudah, cepetan…. nanti telat loh….Assalammualaikum”“Eh….Alya….tapi, tap?” Klik! ”Walaikumsalam…” Sahut Rudi dengan lemas. Segera diletakannya gagang telfon. Dan segera ia menuju Masjid dengan langkah terburu-buru. Entah mengapa Rudi merasa seperti ada dorongan yang kuat dan bujukan-bujukan dari Alya yang dapat menyadarkan dia.
Jam 4 pagi, Ponsel Rudi bunyi, Rudi mengernyit. Nomor Alya ada dilayar, segera diangkatnya ponsel di atas meja belajar. Dengan mengucap salam yang mulai terbiasa, Rudi kemudian bertanya pada Alya. “Kok nelfon pagi-pagi buta begini sih Ya? ada apa?”. “Loh, kan kamu yang nyuruh aku telfon kamu?” Jawab Alya.“Iya, tapi nggak jam 4 Subuh gini, kepagian”“Yaudah, sekarang kamu belum sholat subuh kan?” Tanya Alya.Rudi menggeleng, lalu telfon terputus. Rudi hanya terbengong. Suara adzan di Masjid dekat rumahnya terdengar ke telinga. Ia berdiri dan melangkah masuk ke kamar mandi dan segera ambil air wudhu.
Rudi menemui Alya dikantin. setelah di carinya dikelas, Alya tidak ada. Mereka memang sama-sama kelas 2, tapi beda kelas. Rudi kelas 2.III dan, Alya kelas 2 I.“Alya, sebenarnya kita pacaran nggak sih?” Tanya Rudi, ketika duduk didepan Alya dan dua sahabatnya. Rudi sengaja menanyakan ini pada Alya, karena Rudi sudah bosan dengn cara pacaran mereka selama ini. Masa orang pacaran nggak pernah jalan bareng, nggak pernah gandengan tangan, apa lagi ciun pipi, seperti yang selama ini dilakukan Rudi sama Cewek-Ceweknya.
“Lho menurut kamu gimana?” Alya balik tanya.“Menurut ku aneh, selama setengah bulan kita pacaran, nggak pernah jalan bareng, nggak pernah pergi makan berdua, nggak pernah nonton, kalau aku telfon, kamu nggak pernah ngomong mesra, rasanya aneh, baru kali ini aku ngalamin pacaran yang kayak begini” Kata Rudi panjang lebar.
Alya tersenyum.”Rik, itulah aku. aku memang nggak sama dengan anak–anak yang lain. Kalau memang kamu suka and mau sama aku, ya kamu harus menerima apa adanya aku,” Kata Alya menjelaskan. Rahma dan Nia asyik makan, pura-pura nggak denger.
Rudi menghela nafas, ternyata memang nggak gampang nyari pacar berjilbab, batin Rudi. Ia kembali terngiang dengan cemooh beberapa temannya ”Percuma deh, jangan nyari pacar berjilbab, nggak bakalan bisa, cari yang lain aja, yang lebih seksi,” Kata Andi manas-manasin Rudi waktu itu. tapi Rudi cuek, ia terus ngejar-ngejar Alya.
Rudi kembali menarik nafas panjang. Tiba-tiba ia berpikir tentang satu hal, yang selama ini tidak pernah ia dapatkan, pada Cewek-Cewek yang lain. “Tapi Ya’, tanpa aku sadari, sejak jadian sama kamu aku sekarang sering ke Mesjid, sholat, lalu ikut rohis dan rajin sholat subuh, walaupun kamu nggak nelfon. dan ada hal-hal lain, yang akhirnya membuat aku sadar, bahwa ternyata hidup ini memang lebih indah, kalau kita dekat sama yang diatas. Aku seperti menemukan dunia baru dalam hidup ku” Kata Rudi dengan mata menerawang. Ia berkata jujur sebenarnya Rudi juga heran, dari mana rasa itu dan kata-kata itu ia dapatkan. Apakah pengaruh Alya selama ini? Entahlah.
Alya kembali tersenyum. Ada kepuasan dalam hatinya, karena telah membuat Rudi berubah. Menyadarkan Rudi ke jalan yang benar adalah tujuan utamanya. Walaupun dengan alasan menerima cinta Rudi. Mungkin dengan begitu, Rudi akan lebih giat mengingat Kebesaran dan Kekuasaan Ilahi, tanpa harus mengejar-ngejar cinta yang semu.
Mendengar pengakuan Rudi, Nia dan Rahma kaget. Sekarang mereka tau kenapa Alya mau menerima Rudi Si Cowok PlayBoy. Ternyata ada maksud tersembunyi dibalik semua itu. Rudi merasa berubah semenjak jalan sama Alya. Dan ia sudah tidak peduli, apakah antara dirinya dengan Alya itu pacaran atau teman dekat. Yang jelas, ia sudah tidak memikirkan semua itu. Sekarang sudah ada yang selalu dipikirkannya, Dialah Allah sang pemilik cinta sejati.
Copyright © Tidak tercantum di Blogger. Tidak dapat diakses mesin telusur. | Powered by Blogger
Design by N.Design Studio | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com