Bagi pria, persoalan yang telah mencapai kata putus, pantang dibahas lagi. “Buat apa? Buang-buang waktu. Kayak enggak ada persoalan lain saja,” begitu alasan mereka. Masalahnya, apa yang mereka anggap buang waktu ternyata malah menjadi perhatian Anda.
Maklum, bagi perempuan, persoalan yang mengganjal di hati, memang sulit sekali dianggap selesai. Mulut boleh mengucap, “Oke, kita lupakan masalah ini.” Tapi dalam hati, nanti dulu! Untuk soal mengungkit-ungkit persoalan, mereka menganggap Anda hebat. Enggak ada matinya. Anda selalu menemukan celah untuk mengangkat persoalan itu ke permukaan.
Dalam melihat persoalan, pria dan perempuan memang berbeda. Laki-laki menginginkan persoalan cepat diselesaikan, setelah itu mereka akan melupakan. Sebaliknya pada perempuan, cenderung ingin membahas persoalan tersebut sampai tuntas, setidaknya sampai ia merasa puas dengan jawabannya. Biasanya persoalan apa saja yang mereka anggap sudah kelar, dan ternyata masih jadi unfinished business di mata Anda.




